Memahami Ancaman Cyber: Pengertian, Dampak, dan Jenisnya

Ancaman Cyber Terus Mengintai! Gunakan Strategi PDR untuk Meningkatkan Cyber Security Bisnis Anda

  1. Solusi Prevention Security di Email
    Email merupakan salah satu media yang rawan digunakan hacker untuk melakukan phishing dan spam. Maka dari itu, menggunakan Spam Experts memberikan Anda solusi untuk menghindari email-email yang tidak bertanggung jawab di lingkungan kerja tim Anda.

  2. Solusi Prevention di Server
    Server memiliki peran yang sangat penting untuk sebuah bisnis. Hal ini membuat keamanannya perlu untuk diperhatikan lebih lanjut. Terdapat berbagai solusi prevention yang berfokus pada server Anda, berikut beberapa solusi andal yang bisa Anda gunakan.

    BitNinja memberikan kemampuan malware scanner dengan dukungan Artificial Intelligence (AI), Web-Application Firewall (WAF) yang canggih, serta defense network yang dinamis. Sehingga membuat solusi ini menjadi pilihan yang tepat untuk menjadi lapisan keamanan cyber pertama pada server Linux Anda. 

    Selain itu, jika Anda membutuhkan solusi keamanan prevention untuk fungsi virtualisasi, Anda bisa menggunakan Endian UTM Virtual. Endian memberikan fitur Zero Trust yang terus memverifikasi semua kemungkinan serangan dan ransomware pada infrastruktur virtual. Endian juga mendukung 4 platform populer untuk virtualisasi, di antaranya VMware, Hyper-V, Xen, dan KVM.

  3. Solusi Prevention pada Dokumen
    Dokumen adalah hal yang tidak terpisahkan dari seluruh aktivitas bisnis tim Anda. Maka dari itu, sebagai cara untuk mencegah dokumen diakses dan dicuri oleh pihak yang salah, Anda memerlukan langkah preventif yang tepat. 

    Salah satu caranya, Anda bisa menggunakan solusi SmartEncrypt. SmartEncrypt mampu mengenkripsi seluruh dokumen Anda dengan efisien tanpa mengorbankan keamanannya. Sehingga, data seluruh tim Anda akan selalu terenkripsi, bahkan ketika data dipindahkan dan dimodifikasi.

Zero Trust: Kunci Utama untuk Melindungi Sistem Bisnis dari Ancaman Cyber yang Tak Terduga

  1. Verifikasi secara Eksplisit (Verify Explicitly)
    Setiap akses ke sumber daya (resource) jaringan harus dibuktikan dengan mempertimbangkan berbagai faktor, seperti identitas pengguna, lokasi, kesehatan perangkat, layanan atau beban kerja, klasifikasi data, dan anomali yang terdeteksi. Sehingga, verifikasi keamanan tidak hanya dilakukan saat otorisasi pertama kali, namun kita harus menganalisis risiko dan memvalidasi akses dari setiap perangkat secar terus-menerus.

  2. Berikan Hak Akses Seminimum Mungkin (Least-Privilege Access)
    Pendekatan ini mengurangi risiko keamanan dengan membatasi akses pengguna hanya pada sumber daya (resource) yang mereka butuhkan untuk melakukan tugas tertentu.

    Dalam Zero Trust, perlindungan data dan penerapan kebijakan berbasis risiko yang adaptif menjadi fokus utama untuk menjamin keamanan data setiap saat.

  3. Asumsikan Serangan Terjadi Kapan Saja (Assume Breach)
    Asumsikan serangan keamanan bisa terjadi kapan saja. Oleh karena itu, penting untuk meminimalkan dampak serangan (blast radius) dan memisahkan akses yang tepat. Maka dari itu, kemampuan enkripsi end-to-end harus terus diverifikasi, dan kemampuan analitik harus digunakan untuk meningkatkan visibilitas, mendeteksi ancaman, dan menguatkan tingkat keamanan sistem.
  1. Identitas
    Dalam konteks identitas, Zero Trust diimplementasikan di saat suatu identitas mengakses data dan resource penting dalam infrastruktur IT dan cloud sebuah bisnis. Protokol Zero Trust memastikan setiap identitas memiliki autentikasi yang kuat, akses yang sesuai dengan identitas dengan hak akses seminimal mungkin.

  2. Endpoint
    Setelah identitas diberikan akses ke resource, data dapat berpindah ke berbagai endpoint yang berbeda—mulai dari perangkat IoT hingga smartphone. Kebijakan Zero Trust dalam konteks endpoint sangat bervariatif dan bergantung pada kebijakan yang ada di sebuah perusahaan. Baik itu kebijakan Bring Your Own Device (BYOD), perangkat milik mitra/perusahaan, hingga beban kerja lokal ke server maupun beban kerja yang di-hosting cloud. Keragaman kebijakan ini menciptakan area rentan serangan yang luas. 

    Model Zero Trust sangat penting untuk dijalankan agar tim IT dapat memantau dan menerapkan kondisi dan kepatuhan (compliance) perangkat agar akses ke dalam jaringan sistem perusahaan selalu aman.

  3. Aplikasi
    Melalui pendekatan Zero Trust Security, keamanan aplikasi tidak hanya berfokus pada pengamanan aplikasi itu sendiri, tetapi juga keamanan akses ke aplikasi tersebut. 

    Menggunakan teknologi seperti Web Application Firewalls (WAF), gateway akses aplikasi, dan solusi Cloud Access Security Broker (CASB), organisasi dapat mengontrol akses ke aplikasi berdasarkan kebijakan yang ketat dan kontekstual. Pendekatan ini juga melibatkan penggunaan enkripsi, tokenisasi, dan teknik keamanan data lainnya untuk melindungi data sensitif yang diproses atau disimpan oleh aplikasi.

  4. Data
    Data adalah aset paling berharga untuk sebuah bisnis. Pendekatan Zero Trust menekankan perlunya melindungi data di setiap titik dalam siklus hidupnya. Ini melibatkan klasifikasi data, penerapan kontrol akses berbasis peran, enkripsi data baik dalam keadaan diam maupun dalam transmisi, serta penerapan kebijakan pencegahan kehilangan data (DLP). Dengan memastikan bahwa data hanya dapat diakses oleh pengguna dan aplikasi yang memiliki hak akses yang tepat, organisasi dapat mengurangi risiko keamanan, seperti kebocoran atau penyalahgunaan data.

  5. Infrastruktur IT
    Zero Trust menuntut perlindungan yang ketat terhadap infrastruktur fisik dan virtual, termasuk server, jaringan, dan komponen cloud. Ini mencakup penerapan mikro-segmentasi untuk membatasi pergerakan lateral penyerang dalam jaringan, serta penggunaan alat keamanan berbasis cloud untuk visibilitas dan kontrol atas beban kerja yang tersebar di berbagai lingkungan.

  6. Jaringan
    Zero Trust mentransformasi keamanan jaringan (network) yang didasarkan pada pemahaman yang mendalam tentang alur data, dengan menerapkan prinsip-prinsip mikro-segmentasi dan enkripsi untuk melindungi data saat bergerak. Teknologi seperti Software-Defined Networking (SDN) dan Secure Access Service Edge (SASE) memungkinkan organisasi untuk menerapkan kontrol keamanan yang dinamis dan adaptif, berdasarkan identitas pengguna dan konteks akses.

Ingin Memastikan Bisnis Anda Aman? Gunakan Beberapa Strategi Keamanan Cyber Ini!

Kini Anda bisa memercayakan layanan cloud dengan ahlinya. Sejak 2010, MyBATICloud menghadirkan solusi holistik untuk kebutuhan Data Center, Multi-Cloud, IT Security, Disaster Recovery, Software on Cloud, hingga Managed Service. Kami memiliki tenaga ahli bersertifikasi dan berpengalaman untuk memastikan produk dan layanan terbaik yang mendorong perkembangan bisnis Anda.

MyBATICloud memastikan produk & layanan cloud yang andal, aman, dan berkualitas. Oleh karena itu, kami terus berupaya untuk memahami dan memenuhi kebutuhan pelanggan. Konsultasikan layanan dan solusi cloud yang Anda inginkan melalui [email protected] atau hubungi hotline toll-free di 0800 150 3471.