Simak! Ini Pentingnya Disaster Recovery Plan di Saat Bencana

Simak! Ini Pentingnya Disaster Recovery Plan di Saat Bencana
  1. Keberlanjutan Bisnis: Memiliki rencana DRP yang baik dapat membantu memastikan operasional bisnis terus berjalan saat terjadi insiden-insiden

  2. Perlindungan Data: Infrastruktur dan sistem IT yang terus terjaga di saat bencana juga berarti bisnis dapat menjaga integritas dan ketersediaan data penting sebuah bisnis.

  3. Memitigasi Risiko Bisnis: DRP membantu bisnis dalam mengurangi risiko kerugian baik dari segi finansial maupun reputasi perusahaan.

  4. Mematuhi Regulasi Pemerintah: Bagi beberapa sektor industri yang krusial, DRP diwajibkan untuk memenuhi persyaratan hukum dan standar industri.
  1. Replication
    Dalam tahap ini, data dan aplikasi bisnis secara berkelanjutan direplikasi melalui cloud ataupun data center. Proses ini memastikan bahwa versi terbaru dari semua sistem penting tersedia di luar lokasi utama, sehingga mengurangi RPO dan meminimalisir kehilangan data.

  2. Failover
    Ketika bencana terjadi, sistem secara otomatis ataupun manual beralih (failover) ke infrastruktur yang telah direplikasi. Hal ini memungkinkan bisnis untuk terus beroperasi dengan sedikit gangguan. Sehingga bisnis dapat mengurangi RTO dan memastikan kelangsungan operasional bisnis.

  3. Failback
    Setelah situasi telah stabil dan infrastruktur utama siap untuk digunakan kembali, operasi bisnis dapat kembali dipindahkan (failback) dari infrastruktur DR ke lokasi utama. Proses ini dilakukan dengan cara yang terkontrol dan transparan untuk memastikan transisi yang mulus kembali ke operasi normal.

Add Your Heading Text Here

Products

Solutions

Messaging & Collaboration

License

Backup Solution

IT Infrastructure Monitoring Solution

Security Solution

Rack & Data Center Solutions

Remote Computing

Multi Cloud

Professional Service Solution

  1. Keberlanjutan Bisnis: Memiliki rencana DRP yang baik dapat membantu memastikan operasional bisnis terus berjalan saat terjadi insiden-insiden

  2. Perlindungan Data: Infrastruktur dan sistem IT yang terus terjaga di saat bencana juga berarti bisnis dapat menjaga integritas dan ketersediaan data penting sebuah bisnis.

  3. Memitigasi Risiko Bisnis: DRP membantu bisnis dalam mengurangi risiko kerugian baik dari segi finansial maupun reputasi perusahaan.

  4. Mematuhi Regulasi Pemerintah: Bagi beberapa sektor industri yang krusial, DRP diwajibkan untuk memenuhi persyaratan hukum dan standar industri.
  1. Replication
    Dalam tahap ini, data dan aplikasi bisnis secara berkelanjutan direplikasi melalui cloud ataupun data center. Proses ini memastikan bahwa versi terbaru dari semua sistem penting tersedia di luar lokasi utama, sehingga mengurangi RPO dan meminimalisir kehilangan data.

  2. Failover
    Ketika bencana terjadi, sistem secara otomatis ataupun manual beralih (failover) ke infrastruktur yang telah direplikasi. Hal ini memungkinkan bisnis untuk terus beroperasi dengan sedikit gangguan. Sehingga bisnis dapat mengurangi RTO dan memastikan kelangsungan operasional bisnis.

  3. Failback
    Setelah situasi telah stabil dan infrastruktur utama siap untuk digunakan kembali, operasi bisnis dapat kembali dipindahkan (failback) dari infrastruktur DR ke lokasi utama. Proses ini dilakukan dengan cara yang terkontrol dan transparan untuk memastikan transisi yang mulus kembali ke operasi normal.