1. Software dan Patch Keamanan yang Tidak Ter-update
    Serangan cyber (cyber attack) semakin canggih setiap harinya. Oleh karena itu, melakukan update berkala untuk software dan patch keamanan seluruh endpoint sangat penting untuk dilakukan. 

  2. Password yang Mudah Ditebak
    Password adalah salah satu lapisan keamanan terluar yang dapat melindungi data dan informasi penting yang disimpan dalam sebuah akun. Namun, banyak end-user yang kurang menyadari pentingnya membuat password yang aman dan unik. Bahkan banyak yang tidak mengubah password default dari aplikasi dan software yang diberikan pertama kali oleh admin.

  3. Phishing
    Phishing adalah salah satu jenis serangan cyber yang bertujuan untuk mencuri informasi sensitif pengguna seperti username, password, dan informasi lainnya. Hal ini dilakukan dengan menipu pengguna melalui email ataupun website palsu. Jika tidak waspada, data dan kredensial penting perusahaan bisa bocor dan jauth ke tangan yang salah.

  4. Data Tidak Terenkripsi
    Walaupun di dalam satu perusahaan yang sama, data penting yang dibagikan dengan pengguna lain berpotensi menjadi celah keamanan pada perusahaan Anda. Hacker bisa masuk ke akun salah satu anggota tim dan melakukan tindakan pencurian data. 
  1. Lakukan Pembaruan dan Software dan Patch Keamanan
    Salah satu cara terbaik untuk melindungi endpoint Anda adalah dengan melakukan update/pembaruan berkala dari OS, software, hingga patch keamanan pada endpoint yang Anda gunakan. Hal ini merupakan cara preventif yang digunakan untuk menghindari ancaman-ancaman cyber yang terus berkembang semakin kompleks di setiap waktu.

  2. Buat Password yang Kuat dan Gunakan Autentikasi Multi-Faktor
    Password adalah lapisan perlindungan terakhir sebelum pengguna masuk ke sebuah akun. Maka dari itu, penting untuk membuat password yang kuat dan kompleks. Sehingga, password Anda tidak mudah untuk dibobol oleh hacker. Pastikan juga password tidak dibagikan dengan rekan kerja ataupun orang lain untuk menjaga keamanannya.

    Selain itu, untuk memberikan lapisan perlindungan lebih, Anda juga bisa mengimplementasikan solusi autentikasi multi-faktor (MFA). Solusi ini memberikan lapisan perlindungan tambahan yang dapat menjadi lapisan pertahanan terluar Anda.

  3. Meningkatkan Pelatihan Keamanan untuk Seluruh Karyawan
    Seringkali celah keamanan yang muncul dari sebuah bisnis datang dari kurangnya kesadaran dan pemahaman mengenai keamanan akun dan data setiap karyawan. Maka dari itu, penting bagi sebuah perusahaan untuk membuat sebuah acara internal yang dapat meningkatkan kesadaran setiap anggota di dalamnya. Bila diperlukan, perusahaan bisa membuat aturan khusus tentang protokol keamanan untuk menjamin data dan kredensial tetap aman setiap saat.

    Namun, bagaimana jika Anda memiliki puluhan hingga ratusan endpoint dalam sebuah perusahaan? Tentu membutuhkan banyak waktu untuk melakukan patching dan melakukan manajemen keamanannya. Solusinya: NinjaOne!
  1. Solusi Manajemen Endpoint yang Aman
    NinjaOne memberikan solusi lebih dari manajemen keamanan endpoint biasa. Solusi ini memberikan kemampuan untuk melakukan tracking software yang usang dan menerapkan patch keamanan secara otomatis. Selain itu, NinjaOne juga akan memastikan sistem Anda selalu terlindungi dari ancaman terbaru.

  2. Mendeteksi dan Mengatasi Celah Keamanan dengan Proaktif
    Sistem deteksi dan respons yang modern dari NinjaOne memungkinkan Anda mengidentifikasi pola mencurigakan dan merespons sebelum ancaman menjadi insiden. Teknologi NinjaOne mengombinasikan antara kecerdasan buatan dan tim keamanan manusia memberikan keamanan berlapis untuk endpoint Anda.

  3. Fitur Unggulan Lainnya
    Selain manajemen patch, NinjaOne juga memberikan fitur untuk remote monitoring dan otomatisasi infrastruktur IT Anda. NinjaOne juga akan membantu Anda menjaga keamanan data sekaligus mematuhi (compliance) terhadap peraturan yang ada.