Sistem remote working dan Work From Anywhere (WFA) belakangan ini semakin relevan digunakan bisnis dan perusahaan di Indonesia. Fleksibilitas sistem kerja ini membuat operasional dan kerja jauh lebih efisien. Namun, sistem ini pun menimbulkan sebuah pertanyaan: bagaimana cara melindungi akses WFA secara sederhana? Ditambah, banyak karyawan yang mengakses jaringan perusahaan dari berbagai lokasi dan berbagai perangkat. Login kata sandi (password) saja sudah tidak cukup untuk menjaga keamanan jaringan dan sistem perusahaan. Multi-Factor Authentication (MFA) menjadi jawaban atas tantangan ini.
Tanpa perlindungan berlapis, satu kata sandi yang bocor saja bisa membuka jalan bagi peretas untuk membobol sistem perusahaan. Apalagi, serangan siber terhadap sektor bisnis terus meningkat, dengan jutaan insiden tercatat setiap tahunnya. Maka dari itu, dibutuhkan metode perlindungan akses WFA yang lebih kuat, salah satunya adalah Multi-Factor Authentication (MFA).
MFA merupakan metode keamanan yang memberikan lapisan perlindungan tambahan dari metode password biasa untuk memverifikasi identitas mereka saat login. Dalam metode MFA, lapisan keamanan tambahan ini bisa berupa beberapa faktor. Dilansir dari halaman Rublon, Multi-Factor Authentication setidaknya terdiri dari tiga jenis, yaitu:
- Something you know (sesuatu yang Anda ketahui, seperti password dan PIN)
- Something you have (sesuatu yang Anda miliki, seperti perangkat OTP, push notification, FIDO2 Security Keys)
- Something you are (sesuatu yang ada di diri Anda, seperti fingerprint, biometric, dan facial recognition)
Mengapa Password Saja Tidak Cukup untuk Melindungi Akses WFA?
Sekuat apapun password, tetap rentan terhadap serangan phishing, pencurian data, hingga social engineering. Tingginya mobilitas kerja melalui laptop pribadi, tablet, hingga smartphone, meningkatkan ancaman-ancaman tersebut. Bayangkan jika seorang karyawan yang bekerja dari kafe atau jaringan Wi-Fi terbuka lainnya menjadi korban kebocoran data. Tanpa lapisan autentikasi tambahan, rentannya sistem perusahaan menjadi terbuka lebar.
Saat karyawan bekerja dari kafe, bandara, atau ruang publik lainnya dan terhubung ke Wi-Fi publik tanpa keamanan tambahan seperti MFA, ada ancaman yang menanti. Dua di antara dari berbagai jenis serangan paling berbahaya yang mengintai, yaitu:
1. Man-in-the-Middle (MITM) Attack
MITM adalah jenis serangan di mana peretas diam-diam mencegat komunikasi antara kedua pihak. Seperti antara karyawan dan sistem internal perusahaan. Ketika penyusup berhasil masuk ke ke sistem internal perusahaan, maka ia bisa mengakses kredensial login saat proses autentikasi berlangsung, menyuntikkan malware ke dalam jaringan internal perusahaan, serta memanipulasi data yang sedang dikirim dan diterima, tanpa diketahui korban. Tanpa MFA, jika password berhasil dicuri, maka peretas langsung bisa mengakses sistem bisnis Anda tanpa hambatan tambahan.
2. Session Hijacking
Session hijacking terjadi saat peretas mencuri session token pengguna (biasanya melalui cookies yang tidak terenkripsi) untuk mengambil alih sesi login yang masih aktif. Ini bisa terjadi dalam hitungan detik setelah karyawan login dari jaringan yang tidak aman.
Serangan ini memungkinkan peretas mengakses sistem perusahaan tanpa perlu mengetahui username atau password. Setelah masuk, mereka bisa mengunduh data penting, memodifikasi informasi, atau bahkan menyebarkan ransomware. Tanpa lapisan verifikasi tambahan seperti MFA, sistem tidak akan mengenali bahwa ada penyusup yang memanfaatkan sesi pengguna sah.
Di sinilah MFA berperan penting. Ketika sistem mewajibkan verifikasi ganda untuk setiap upaya login, peretas tetap harus melewati lapisan verifikasi tambahan. Ketika password karyawan bocor, peretas tetap harus melewati lapisan verifikasi tambahan melalui MFA yang jauh lebih sulit ditembus.
Pentingnya Teknologi MFA untuk Melindungi Akses WFA
Fungsi MFA bukan sebatas teknologi pelengkap keamanan. Seiring dengan kompleksnya mengelola akses masuk karyawan jarak jauh (remote), lapisan keamanan yang ditawarkan Multi-Factor Authentication ini sangat dibutuhkan untuk menjaga keamanan pekerja dari mana saja. Mengimplementasikan MFA perusahaan dapat:
- Melindungi akses dari berbagai perangkat yang digunakan oleh karyawan.
- Mencegah kebocoran data akibat password yang dikompromikan.
- Memastikan bahwa hanya pengguna sah yang bisa mengakses sistem, di mana pun mereka bekerja.
- Meningkatkan kepatuhan terhadap berbagai standar keamanan dan regulasi perlindungan data.
Tanpa MFA, setiap koneksi remote menjadi taruhan besar yang mengancam keberlangsungan operasional bisnis Anda.
Rublon: Solusi Praktis untuk Keamanan Akses Modern
Rublon hadir sebagai solusi yang tepat untuk menerapkan MFA yang mudah dan efektif bagi perusahaan Anda. Fitur integrasi cepat, penggunaan yang user-friendly, dan berbagai opsi autentikasi dari Rublon mempermudah penerapan keamanan tanpa mengganggu produktivitas tim Anda.
Jangan biarkan ancaman siber menghambat efisiensi pekerja remote Anda! Sebagai mitra resmi Rublon di Indonesia, myBATIcloud siap membantu bisnis Anda mengelola akses ke berbagai aplikasi, server, dan platform cloud dengan lebih mudah dan aman. Tertarik untuk mengetahui informasi lebih lanjut tentang solusi MFA Rublon? Kunjungi halaman Rublon kami atau hubungi kami melalui tombol di kanan halaman ini.