Seiring dengan bertumbuhnya sebuah bisnis, kebutuhan data center semakin dibutuhkan untuk meningkatkan efisiensi operasional bisnis. Walaupun secara umum data center dikenal sebagai tempat penyimpanan data, namun solusi satu ini juga bisa digunakan sebagai pusat pengolahan dan distribusi data yang efisien. Dalam memilih data center, memahami sistem tiering adalah cara yang membantu mengklasifikasikan data center berdasarkan infrastruktur, kapasitas, dan keandalannya.
Artikel ini akan mengulas secara mendalam tentang apa itu data center tier dan bagaimana bisnis dapat menentukan pilihan yang tepat untuk kebutuhan mereka.
Apa Itu Data Center Tier?
Berdasarkan sertifikasi dari TIA 942, tier pada data center merujuk pada sistem klasifikasi yang dibuat untuk menilai infrastruktur teknologi informasi berdasarkan keandalan dan keamanannya.Sistem ini memainkan peran penting dalam menentukan seberapa baik sebuah data center dapat menjaga operasional bisnis tetap berjalan tanpa gangguan. TIA 942 juga mengklasifikasikan empat level tier yang menggambarkan kapasitas data center dalam menangani potensi downtime dan menjaga keberlanjutan operasional.
Sistem ini didesain untuk memberikan panduan yang jelas kepada pemilik bisnis dalam memilih data center yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka. Dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti redundancy, keandalan, dan biaya; bisnis dapat menyesuaikan pilihan mereka untuk mendukung strategi pertumbuhan dan operasional mereka. Memilih tier yang tepat tidak hanya menjamin kelancaran operasi bisnis tetapi juga menawarkan kemudahan dalam pengelolaan risiko dan pengurangan potensi kerugian akibat downtime.
Jenis Data Center Tier
Tier 1: Basic Site Infrastructure
Data Center Tier 1 memberikan kemampuan data center yang paling mendasar dengan komponen redundant yang minim. Data center ini umumnya tidak dilengkapi dengan backup sistem pendingin atau sumber daya yang membuatnya rentan terhadap downtime. Tier 1 biasa digunakan sebagai pilihan yang paling sederhana dan memiliki risiko downtime tertinggi dibanding dengan data center lainnya. Namun karena tidak adanya backup power, tier 1 hanya dapat mengantisipasi waktu henti (downtime) hingga 28,8 jam per tahun.
Tier 2: Dukungan Komponen Redundancy
Naik satu tingkat, data center tier 2 menawarkan keandalan (reliability) yang lebih baik melalui fitur redundancy. Fitur ini berarti jika terjadi kegagalan pada salah satu komponen, sistem atau komponen yang lain siap untuk mengambil alih dan meminimalisir waktu downtime. Tier 2 menawarkan solusi yang lebih stabil untuk bisnis yang memerlukan uptime lebih tinggi dengan SLA 99%. Ideal untuk bisnis yang dalam proses pertumbuhan dan membutuhkan keseimbangan antara keandalan dan biaya.
Tier 3: Concurrently Maintainable Site Infrastructure
Tier 3 menawarkan peningkatan signifikan dalam keandalan dan uptime. Dengan infrastruktur yang mendukung pemeliharaan dan perbaikan tanpa harus mematikan sistem secara keseluruhan, tier 3 menjamin ketersediaan layanan yang hampir terus-menerus. Keandalan ini dicapai melalui desain yang memungkinkan setiap komponen untuk di-upgrade atau diperbaiki tanpa mempengaruhi operasional. Sehingga menjadikan data center tier 3 pilihan yang tepat untuk bisnis yang membutuhkan akses data dan aplikasi tanpa henti, dengan downtime yang kecil.
Tier 4: Fault Tolerance
Tier 4 mewakili puncak dari sistem klasifikasi data center yang menawarkan redundansi dan reliability paling tinggi dalam layanannya. Di kelas tertinggi, data center ini dirancang untuk operasional bisnis yang memiliki toleransi downtime yang sangat kecil dan dilengkapi dengan sistem double redundancy untuk memastikan keberlangsungan operasional bahkan selama kegagalan infrastruktur kritis atau bencana alam. Data Center Tier 4 biasanya memiliki target uptime hingga 99.995% dan ideal untuk bisnis besar seperti industri multi finance, serta menunjang aplikasi kritis yang memerlukan availability data yang tinggi dan toleransi downtime yang sangat rendah.
Bagaimana Cara Memilih Data Center yang Tepat?
Memahami sistem tiering dapat membantu Anda menentukan solusi yang sesuai untuk kebutuhan spesifik bisnis Anda. Hal ini penting untuk memastikan infrastruktur IT Anda dapat mendukung tujuan bisnis secara efektif dan efisien. Dengan pertimbangan yang cermat dan pilihan yang tepat, Anda dapat memastikan kelancaran operasional dan pertumbuhan bisnis di era digital ini.
Memilih tier data center yang tepat membutuhkan pemahaman yang mendalam tentang kebutuhan operasional dan strategis bisnis Anda. Pertimbangan harus mencakup kebutuhan uptime, anggaran yang tersedia, dan rencana pertumbuhan bisnis di masa depan. Memilih partner data center yang tepat dapat memberikan keandalan, keamanan, dan skalabilitas yang dibutuhkan untuk mendukung operasi bisnis Anda menjadi lebih efisien dan tahan terhadap gangguan.
Khawatir belum menemukan solusi yang tepat? Layanan Data Center di MyBATICloud adalah jawabannya. Kami menawarkan Data Center Tier 3 dan Data Center Tier 4 yang disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan khusus untuk bisnis Anda. Data Center kami memfokuskan aspek keandalan, keamanan, dan skalabilitas untuk mendukung kelancaran operasional bisnis Anda.
Tertarik untuk berkonsultasi dengan kami? Hubungi kami hari ini melalui tombol di pojok kanan bawah atau halaman Contact Us kami dan dapatkan solusi data center terbaik bagi bisnis Anda di MyBATICloud!