Serangan ransomware terus meningkat dan dapat menimbulkan kerugian yang besar bagi bisnis. Salah satu kasus yang sedang ramai diperbincangkan belakangan ini, yaitu serangan ransomware di salah satu data center nasional Indonesia. Dilansir dari TechSpot, serangan ransomware dari hacker brain chiper berhasil membobol Pusat Data Nasional (PDNS) 2 yang berada di Surabaya. Maka dari itu, strategi backup data yang tepat sangat dibutuhkan untuk menghadapi ancaman cyber yang semakin kompleks.
Baca Juga: Kembali Memakan Korban, Ikuti 3 Cara Ini untuk Mencegah Ransomware!
Terdapat banyak strategi keamanan cyber yang ada di pasaran. Salah satu strategi yang bisa digunakan adalah menggunakan strategi backup 3-2-1-1-0. Artikel ini akan membahas bagaimana strategi backup ini bekerja dan mengapa penerapan strategi backup ini sangat penting untuk melindungi data dari ancaman ransomware.
Memahami Strategi Backup 3-2-1-1-0
Backup 3-2-1-1-0 adalah strategi backup data yang bertujuan untuk memastikan data tetap aman dan dapat dipulihkan dengan cepat dalam situasi darurat. Konsep ini terdiri dari lima elemen utama:
- Memiliki 3 Salinan Data (Data Backup)
Pastikan bisnis Anda memiliki tiga salinan data yang berbeda. Ketiga salinan data ini terdiri atas satu (1) salinan data produksi dan dua (2) salinan data backup. Ketiga salinan data ini memastikan terdapat beberapa cadangan (backup) data yang dapat diakses jika salinan data utama rusak atau hilang.
- Disimpan di 2 Media yang Berbeda
Menyimpan data di dua jenis media penyimpanan yang berbeda, seperti hard drive dan media optik, atau penyimpanan cloud. Membuat dua media penyimpanan membantu mengurangi risiko kehilangan data akibat kerusakan media pada penyimpanan tertentu. Baik diakibatkan oleh bencana alam, kebakaran, hingga serangan cyber, metode ini memastikan data selalu dapat dipulihkan jika satu media terkendala.
- Terdapat 1 Salinan Data di Luar Lokasi (Offsite)
Menyimpan satu salinan data di lokasi yang berbeda dari lokasi utama. Salinan ini bisa ada di pusat data (data center) yang berbeda atau di layanan cloud. Tujuan strategi ini adalah untuk melindungi data dari bencana dan kejadian tidak terduga, seperti kebakaran atau banjir yang bisa merusak semua salinan data di satu lokasi.
- 1 Salinan Offline
Menyimpan satu salinan data dalam bentuk offline, seperti di tape atau hard drive yang tidak terhubung ke jaringan. Cara ini bertujuan untuk mencegah data dari serangan cyber yang mampu mengenkripsi atau menghapus data yang terhubung ke jaringan.
- 0 Error
Memastikan tidak ada kesalahan dalam backup dengan melakukan verifikasi dan pemantauan (monitoring) rutin. Cara ini termasuk melakukan pengetesan data recovery untuk memastikan backup dapat digunakan saat diperlukan.
Mengapa Strategi Backup 3-2-1-1-0 Efektif Melawan Ransomware?
Strategi 3-2-1-1-0 memberikan perlindungan berlapis terhadap serangan ransomware. Memiliki beberapa salinan data di berbagai media dan lokasi mengurangi kemungkinan data hilang dan terinfeksi. Sehingga, jika ransomware mengenkripsi data produksi dan backup yang terhubung ke jaringan, salinan offline yang tidak terhubung ke jaringan tetap aman. Salinan yang disimpan secara offsite juga dapat melindungi data ketika suatu insiden mempengaruhi akses data di lokasi utama.
Selain itu, memverifikasi backup secara rutin juga membantu bisnis untuk memastikan data dapat selalu dipulihkan dengan cepat (recoverable). Jika menyangkut serangan cyber seperti ransomware, pemulihan data (data recovery) sangatlah penting agar data dan sistem dapat kembali berjalan dengan cepat.
Bagaimana Cara Implementasi Strategi Backup 3-2-1-1-0 untuk Bisnis?
Jika Anda ingin menggunakan strategi backup data 3-2-1-1-0 untuk bisnis Anda, pastikan ikuti langkah-langkah berikut ini:
- Identifikasi Data Kritis: Tentukan data mana yang paling penting dan perlu di-backup secara rutin.
- Pilih Media Penyimpanan yang Tepat: Gunakan kombinasi media penyimpanan seperti hard drive, penyimpanan private cloud maupun public cloud.
- Simpan Salinan di Lokasi Berbeda: Pastikan salah satu salinan disimpan di lokasi offsite yang aman dan dapat diandalkan.
- Buat Salinan Offline: Simpan satu salinan data secara offline untuk melindungi dari serangan cyber.
- Verifikasi dan Pemantauan Rutin: Lakukan tes pemulihan data dan verifikasi backup secara berkala untuk memastikan tidak ada kesalahan dan backup dapat digunakan saat diperlukan.
- Gunakan Alat Backup yang Mendukung Aturan Ini: Pilih alat backup yang memungkinkan otomatisasi, verifikasi, dan monitoring backup, serta mendukung backup di berbagai media penyimpanan. Veeam bisa menjadi salah satu solusi backup yang tepat. Solusi backup dari Veeam menggunakan strategi backup 3-2-1-1-0, sehingga data bisnis Anda dapat terlindungi dan dapat dipulihkan kapan saja.
Kesimpulan
Strategi backup data 3-2-1-1-0 adalah strategi yang efektif dalam melindungi data dari ancaman ransomware. Membuat beberapa salinan data backup di berbagai media dan lokasi, serta memverifikasi data backup secara rutin dapat mengurangi risiko kehilangan data sekaligus memastikan ketersediaan data saat dibutuhkan. Walaupun implementasi aturan ini memerlukan perencanaan panjang dan pemilihan alat yang tepat, tetapi strategi backup ini sangat bermanfaat untuk melindungi aset digital bisnis Anda dalam jangka panjang.
Keamanan infrastruktur dan data bisnis harus terus ditingkatkan. Veeam memiliki fitur lengkap dengan dukungan fitur Early Threat Detection yang mampu mendeteksi dan menganalisis malware di saat proses backup. Jika salah satu media data Anda terinfeksi malware, Veeam memiliki fitur yang dapat menghindari proses reinfeksi dengan mengidentifikasi dan mencegah ransomware masuk kembali ke environment Anda. Tertarik untuk mengetahui informasi lebih lanjut? Kunjungi halaman Veeam Backup & Replication kami sekarang juga!