Disaster recovery telah digunakan berbagai bisnis untuk menjaga keberlangsungan operasionalnya. Namun, kebergantungan pada hardware mempengaruhi kompleksitas implementasi disaster recovery dan meningkatkan potensi downtime pada server. Akibat masalah itu, Virtual Disaster Recovery (VDR) pun hadir menjadi salah satu solusi yang mengatasi kebergantungan pada hardware dalam protokol disaster recovery. Lalu, apa itu Virtual Disaster Recovery? Bagaimana Virtual Disaster Recovery dapat mengatasi kebergantungan hardware? Ketahui jawabannya melalui artikel ini.
Apa itu Virtual Disaster Recovery (VDR)?
Virtual Disaster Recovery (VDR) adalah pendekatan yang mengintegrasikan teknologi virtualisasi dalam strategi pemulihan pasca bencana. Melalui VDR, seluruh infrastruktur IT, termasuk server, aplikasi, jaringan dan data dapat direplikasi atau di-backup secara virtual. Pendekatan ini memungkinkan sebuah perusahaan untuk memulihkan sistem-sistem dan infrastruktur penting di lokasi alternatif dengan konfigurasi yang sama.dalam waktu singkat.
Dalam Virtual Disaster Recovery, virtual machines (VM) dimanfaatkan untuk berjalan independen tanpa bergantung pada hardware fisik. Hal ini akan memudahkan pengelolaan dan pemindahan baik data itu disimpan secara private, hybrid, ataupun di multi-cloud. Kemampuan replikasi virtual machine secara real-time meminimalisir downtime server sehingga sistem bisnis dapat kembali ke status operasional yang lebih aman ketika terjadi kegagalan. Sebelum membahas lebih lanjut bagaimana Virtual Disaster Recovery bekerja, terdapat beberapa kendala dalam solusi disaster recovery tanpa virtualisasi. Berikut penjelasannya.
Permasalahan Disaster Recovery Tanpa Virtualisasi
Strategi disaster recovery non-virtual sering kali menghadapi berbagai tantangan yang dapat menghambat kecepatan dan efektivitas recovery setelah bencana. Salah satu masalah utamanya adalah ketergantungan pada hardware fisik. Tanpa virtualisasi, perusahaan harus memiliki hardware yang identik dan kompatibel di lokasi pemulihan. Tentu hal ini yang seringkali tidak praktis dan memerlukan investasi yang besar.
Permasalahan kedua, proses pemulihan data dan aplikasi dalam lingkungan non-virtual sering kali lebih kompleks dan memakan waktu. Mulai dari mengkonfigurasi ulang server fisik, menginstal sistem operasi, aplikasi, serta mengembalikan data dari backup merupakan proses panjang yang dapat menghabiskan waktu selama beberapa jam atau bahkan hari. Sehingga dapat meningkatkan downtime server dan dapat berakibat fatal pada pendapatan dan reputasi perusahaan.
Ketiga, kurangnya fleksibilitas dalam pengelolaan dan skalabilitas sumber daya. Dalam sistem non-virtual, meningkatkan atau mengurangi kapasitas tidak semudah dengan sistem yang divirtualisasi. Setiap perubahan kapasitas membutuhkan intervensi manual dan konfigurasi yang lebih kompleks, hal ini tentu menambah beban kerja tim IT dan memperlambat respon mereka dalam keadaan darurat. Tanpa virtualisasi, proses disaster recovery cenderung lebih berisiko dan mahal.
Virtualisasi memungkinkan versi virtual dari elemen-elemen IT, seperti server, penyimpanan, dan jaringan, dapat diatur dan dikelola dari lokasi yang terpusat. Begitu pun dalam solusi disaster recovery, virtualisasi tidak hanya memudahkan backup dan recovery data tetapi juga memastikan keberlanjutan layanan tanpa terikat pada suatu hardware. Dalam bagian selanjutnya, kita akan membahas lebih dalam bagaimana virtualisasi menjadi solusi penting dalam disaster recovery dan mengapa perusahaan Anda perlu menggunakan Virtual Disaster Recovery.
Fungsi Virtualisasi dalam Disaster Recovery
Fungsi utama dari VDR adalah menyediakan sebuah sistem yang mampu bertahan terhadap berbagai bentuk gangguan. Selain itu, VDR mampu mengurangi Recovery Time Objective (RTO) atau waktu yang dibutuhkan untuk memulihkan fungsi setelah terjadi bencana/downtime. Virtualisasi untuk Disaster Recovery sering kali didukung teknologi Instant VM Recovery. Teknologi ini mampu membuat VM dari backup server tanpa perlu melakukan transfer data menyeluruh ke production server. Sehingga, pemulihan ini dapat berjalan lebih cepat serta mempersingkat RTO yang dibutuhkan untuk sistem kembali berjalan.
Baca juga:
Selain itu, VDR juga membantu dalam memperbaiki target Recovery Point Objective (RPO), jumlah data yang dapat diterima untuk hilang pasca bencana. Teknologi snapshot dan replikasi data yang berjalan terus menerus memungkinkan data dikembalikan ke titik sesaat sebelum bencana terjadi, sehingga meminimalisir kehilangan data yang besar. Kemampuan ini sangat penting untuk menjaga integritas dan ketersediaan data dalam bisnis yang sangat bergantung pada aplikasi kritis dan kebutuhan data real-time. Lalu, bagaimana cara kerja Virtual Disaster Recovery? Berikut penjelasannya.
Cara Kerja Virtual Disaster Recovery
Proses VDR dimulai dengan pembuatan dan penyimpanan snapshot secara berkala dari semua VM yang berjalan dalam infrastruktur virtual. Snapshot ini mencakup seluruh sistem operasi, aplikasi, konfigurasi, dan data, yang memungkinkan mereka untuk dipulihkan ke keadaan yang tepat sebelum waktu snapshot.
Ketika terjadi kegagalan, virtual machine dapat dipulihkan (restore) dengan cepat ke server atau pusat data alternatif tanpa harus melakukan instalasi hardware baru. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, fungsi ini mampu meminimalisir downtime dan mengurangi gangguan terhadap operasional bisnis. Selain itu, karena proses ini diotomatisasi, VDR dapat meminimalisir risiko akibat kesalahan manusia selama pemulihan bencana untuk memastikan recovery yang konsisten dan dapat diandalkan.
Dalam Virtual Disaster Recovery, teknologi cloud juga membuat proses pemulihan pasca bencana semakin efisien. Teknologi cloud memungkinkan proses snapshot dan replikasi virtual machine dilakukan secara off site, sehingga lokasi server/sistem pemulihan cadangan akan selalu aman dan tidak terdampak dari lokasi main site. Selain itu, solusi disaster recovery yang menggunakan teknologi cloud dapat melakukan failover secara otomatis ke data center di cloud. Proses ini membuat pemulihan data dapat dilakukan dari mana saja, menghilangkan ketergantungan pada lokasi fisik tertentu, dan meminimalisir downtime server.
Percayakan Virtualisasi Disaster Recovery Anda dengan Veeam!
Veeam menawarkan solusi Backup & Replication dengan dukungan virtualisasi yang mampu mengimplementasikan perencanaan terbaik untuk disaster recovery bisnis Anda. Kemampuan Instant VM Recovery memungkinkan pemulihan VM yang cepat dari backup terakhir. Veeam memastikan infrastruktur bisnis tahan terhadap kegagalan sistem dan mampu memulihkannya dengan cepat.
Veeam juga memiliki fitur SureBackup yang memverifikasi setiap backup virtual machine secara otomatis untuk memastikan kelayakan dan keutuhan data yang telah di-backup. Selain itu, SureBackup juga terus memverifikasi data backup yang dapat dijalankan dan dipulihkan untuk memastikan kesiapan proses recovery ketika dibutuhkan. Hal ini membuat fitur SureBackup dari Veeam sebagai solusi yang dapat diandalkan dalam situasi darurat dan bencana.
Mengimplementasikan strategi virtual disaster recovery yang tepat sangatlah penting untuk keberlanjutan sebuah bisnis. Ingin memperkuat perencanaan disaster recovery yang kuat terhadap berbagai bentuk bencana dan ancaman? Tertarik untuk mengetahui solusi lengkap dari Veeam? Kunjungi halaman Veeam myBATIcloud.com atau hubungi kami melalui tombol di kanan halaman ini.